
Tidak semua sampel perlu dianalisis dengan semua metode. Cara paling hemat dan tepat untuk mengerjakan analisis geokimia batuan dan minyak bumi adalah bertahap: semua sampel disaring dengan analisis cepat dan murah, lalu hanya sampel yang menjanjikan yang dilanjutkan ke analisis yang lebih detail. Panduan ini membantu Anda memilih analisis berdasarkan pertanyaan yang ingin dijawab, bukan berdasarkan daftar harga.
- Mulai dari pertanyaan: kaya bahan organik? minyak atau gas? sudah matang? dari mana minyaknya?
- Tahap 1 (screening): TOC untuk semua sampel, Rock-Eval untuk yang cukup kaya.
- Tahap 2: kerogen typing dan vitrinite reflectance pada sampel terpilih.
- Tahap 3: ekstraksi, SARA, GC, dan GC-MS biomarker untuk detail dan korelasi.
Mulai dari pertanyaan, bukan dari daftar analisis
| Pertanyaan Anda | Analisis yang tepat | Jenis sampel |
|---|---|---|
| Apakah batuan ini cukup kaya bahan organik? | TOC | Batuan (cutting, core, singkapan) |
| Berapa potensi hidrokarbonnya dan apa tipe kerogennya? | Rock-Eval Pyrolysis (S1, S2, HI, OI) | Batuan dengan TOC memadai |
| Kerogennya berasal dari alga, plankton, atau tumbuhan darat? | Kerogen typing | Batuan terpilih |
| Apakah batuan sudah matang dan menghasilkan minyak? | Vitrinite reflectance (%Ro) + Tmax | Batuan terpilih |
| Bagaimana komposisi dan karakter minyaknya? | SARA + GC | Minyak bumi atau ekstrak batuan |
| Minyak ini berasal dari batuan induk mana? | GC-MS biomarker | Minyak + ekstrak batuan induk |
Pendekatan tiga tahap

Tahap 1 — Screening: semua sampel
Ukur TOC pada seluruh sampel batuan. Sampel dengan TOC yang memadai (sebagai panduan umum, sekitar 0,5 wt% atau lebih untuk serpih) dilanjutkan ke Rock-Eval Pyrolysis untuk mendapatkan potensi (S1, S2), tipe kerogen (HI, OI), dan indikasi kematangan (Tmax). Dari tahap ini Anda sudah bisa memetakan interval mana yang berpotensi menjadi batuan induk. Cara membaca hasilnya dijelaskan di TOC adalah dan arti S1, S2, S3, dan Tmax.
Tahap 2 — Kualitas dan kematangan: sampel terpilih
Pilih sampel yang mewakili setiap interval potensial. Kerogen typing mengonfirmasi tipe kerogen secara visual, dan vitrinite reflectance memberikan kematangan yang lebih andal daripada Tmax, terutama bila S2 rendah. Pada tahap ini pertanyaan “minyak atau gas” dan “sudah matang atau belum” bisa dijawab dengan yakin. Lihat cara menilai batuan induk untuk menggabungkan semua parameter.
Tahap 3 — Detail dan korelasi
Batuan induk terbaik diekstraksi untuk mendapatkan bitumen. Ekstrak dan sampel minyak dipisahkan menjadi fraksi saturat, aromatik, resin, dan aspalten (SARA), dianalisis dengan GC untuk melihat sebaran n-alkana, lalu dengan GC-MS untuk biomarker seperti hopana dan sterana. Dari sini dapat ditentukan lingkungan pengendapan batuan induk, tingkat kematangan minyak, biodegradasi, dan korelasi minyak dengan batuan induknya.
Kasus khusus
- Hanya punya sampel minyak — langsung ke tahap 3: whole-oil GC, SARA, dan GC-MS biomarker. Biomarker minyak sudah bisa memberi petunjuk jenis batuan induk dan kematangannya, meskipun batuan induknya belum ditemukan.
- Sampel singkapan — pilih batuan yang paling segar. Pelapukan menurunkan TOC dan HI, sehingga hasil screening bisa meremehkan potensi sebenarnya.
- Sampel cutting — informasikan jenis lumpur pemboran yang dipakai, karena lumpur berbasis minyak dapat mengontaminasi S1 dan hasil ekstraksi.
- Penelitian mahasiswa — dengan anggaran terbatas, strategi bertahap ini paling efisien. Lihat layanan untuk penelitian dan tugas akhir.
Informasi yang perlu disiapkan saat konsultasi
- Tujuan studi — screening batuan induk, korelasi minyak, studi kematangan, atau penelitian akademik.
- Daftar sampel — kode, jenis (cutting, core, singkapan, minyak), kedalaman atau koordinat, dan litologi.
- Data yang sudah ada — hasil analisis sebelumnya, log sumur, atau jenis lumpur pemboran.
- Tenggat waktu — supaya urutan analisis bisa diatur sesuai kebutuhan laporan Anda.
Kirim daftar sampel, kami bantu susun rencana analisisnya
Ceritakan tujuan studi dan jumlah sampel Anda. Tim BSILAB akan mengusulkan urutan analisis yang paling efisien.
Pertanyaan yang sering diajukan
Analisis geokimia apa yang pertama dilakukan?
Analisis pertama biasanya TOC pada semua sampel batuan karena cepat dan murah. Sampel yang cukup kaya bahan organik kemudian dilanjutkan dengan Rock-Eval Pyrolysis untuk menilai potensi, tipe kerogen, dan indikasi kematangan.
Apakah semua sampel perlu dianalisis GC-MS?
Tidak. GC-MS biomarker umumnya hanya dilakukan pada sampel minyak dan batuan induk terbaik hasil screening. Pendekatan bertahap menghemat biaya tanpa mengurangi kualitas kesimpulan.
Bisakah langsung menganalisis sampel minyak tanpa batuan?
Bisa. Sampel minyak dapat langsung dianalisis dengan whole-oil GC, SARA, dan GC-MS biomarker. Hasilnya memberi petunjuk tentang lingkungan pengendapan batuan induk, kematangan, dan tingkat biodegradasi minyak tersebut.
Apa beda Rock-Eval dan vitrinite reflectance untuk kematangan?
Rock-Eval memberi Tmax secara cepat dari pirolisis, sedangkan vitrinite reflectance mengukur pantulan partikel vitrinit di bawah mikroskop. Vitrinite reflectance lebih andal saat S2 rendah, sementara Tmax berguna saat vitrinit tidak tersedia. Keduanya idealnya saling mengecek.
Rujukan: Peters, K.E. & Cassa, M.R. (1994). Applied Source Rock Geochemistry. AAPG Memoir 60. · Peters, K.E., Walters, C.C. & Moldowan, J.M. (2005). The Biomarker Guide, 2nd ed. Cambridge University Press.






