Rock-Eval Pyrolysis

Rock-Eval Pyrolysis mengukur S1, S2, S3, Tmax, HI, OI, dan PI untuk menilai potensi, jenis kerogen, dan kematangan batuan induk.

Layanan Rock-Eval Pyrolysis

Rock-Eval Pyrolysis memanaskan sampel batuan secara bertahap tanpa oksigen untuk mengukur berapa banyak hidrokarbon yang sudah ada dan yang masih bisa dihasilkan oleh bahan organiknya. Dari satu kali analisis, Anda mendapat gambaran potensi, jenis kerogen, dan tingkat kematangan batuan induk. BSILAB menyediakan Rock-Eval Pyrolysis sebagai bagian dari rangkaian analisis geokimia batuan induk, biasanya dipadukan dengan analisis TOC. Analisis Rock-Eval dikerjakan in-house di laboratorium geokimia BSILAB.

Parameter yang dihasilkan

ParameterSatuanArtinya
S1mg HC/g batuanHidrokarbon bebas yang sudah ada di dalam batuan (menguap pada suhu rendah)
S2mg HC/g batuanHidrokarbon yang dihasilkan dari perengkahan kerogen — ukuran potensi sisa batuan induk
S3mg CO2/g batuanCO2 dari bahan organik — berkaitan dengan kandungan oksigen kerogen
Tmax°CSuhu saat puncak S2 tercapai — indikator kematangan termal
HI (Hydrogen Index)mg HC/g TOCS2 × 100 / TOC — penanda jenis kerogen
OI (Oxygen Index)mg CO2/g TOCS3 × 100 / TOC
PI (Production Index)—S1 / (S1 + S2) — seberapa banyak hidrokarbon sudah terbentuk
Pirogram Rock-Eval skematis S1, S2, dan Tmax
Pirogram Rock-Eval skematis: puncak S1 (hidrokarbon bebas), S2 (perengkahan kerogen), dan Tmax.

Cara membaca hasil Rock-Eval

1. Potensi hidrokarbon (S2)

S2 (mg HC/g batuan)Potensi
< 2,5Buruk
2,5 – 5Sedang
5 – 10Baik
10 – 20Sangat baik
> 20Istimewa

2. Jenis kerogen (HI) — konfirmasi dengan kerogen typing

HI (mg HC/g TOC)Jenis kerogenProduk utama
> 600Tipe IMinyak (umumnya lakustrin/alga)
300 – 600Tipe IIMinyak (umumnya laut)
200 – 300Tipe II/IIIMinyak dan gas
50 – 200Tipe IIIGas (bahan tumbuhan darat)
< 50Tipe IVTidak berpotensi

3. Tingkat kematangan (Tmax dan PI)

Tahap kematanganTmax (°C)PI
Belum matang (immature)< 435< 0,10
Awal jendela minyak435 – 4450,10 – 0,15
Puncak jendela minyak445 – 4500,25 – 0,40
Akhir jendela minyak450 – 470> 0,40
Lewat matang (postmature / gas)> 470—

Ambang interpretasi: Peters & Cassa (1994), AAPG Memoir 60. Nilai Tmax dapat dipengaruhi jenis kerogen dan kontaminasi; interpretasi kematangan sebaiknya dikonfirmasi dengan vitrinite reflectance.

Perhatikan: S2 dan Tmax dari sampel dengan TOC sangat rendah (umumnya < 0,5 wt%) atau S2 sangat kecil cenderung kurang andal. Karena itu Rock-Eval hampir selalu dijalankan bersama analisis TOC, dan sampel dipilih dari hasil screening TOC.
Analis BSILAB mengoperasikan instrumen di laboratorium geokimia
Laboratorium geokimia BSILAB, Tangerang Selatan.

Kapan Rock-Eval dibutuhkan?

  • Menilai potensi dan jenis batuan induk dalam evaluasi blok eksplorasi atau studi cekungan.
  • Menentukan apakah batuan induk sudah memasuki jendela minyak atau gas.
  • Mendukung permodelan sistem petroleum (petroleum system modelling) dan pemodelan cekungan.
  • Menyaring sampel sebelum analisis yang lebih mahal seperti GC-MS biomarker.

Cara mengirim sampel

  1. Konsultasi — sampaikan jumlah dan jenis sampel (cutting, core, sidewall core, atau singkapan) serta tujuan studi.
  2. Penawaran — tim BSILAB menginformasikan jumlah sampel yang dibutuhkan, paket analisis (TOC + Rock-Eval), biaya, dan estimasi waktu.
  3. Pengiriman sampel berlabel lengkap (sumur/lokasi, kedalaman, tanggal) disertai daftar sampel.
  4. Laporan digital berisi seluruh parameter Rock-Eval per sampel, siap dipakai untuk plot HI–Tmax dan interpretasi.

Konsultasikan paket TOC + Rock-Eval

Tim BSILAB membantu menentukan jumlah sampel dan urutan analisis yang paling efisien untuk studi batuan induk Anda.

Konsultasi via WhatsApp
Kirim Email

Pertanyaan yang sering diajukan

Apa itu Rock-Eval Pyrolysis?

Rock-Eval Pyrolysis adalah analisis geokimia yang memanaskan sampel batuan secara bertahap dalam suasana tanpa oksigen. Hasilnya berupa parameter S1, S2, S3, dan Tmax yang menunjukkan potensi hidrokarbon, jenis kerogen, dan tingkat kematangan termal sebuah batuan induk.

Apa arti S1, S2, dan Tmax?

S1 adalah hidrokarbon bebas yang sudah ada di batuan. S2 adalah hidrokarbon yang dihasilkan saat kerogen dipanaskan, sehingga menunjukkan potensi sisa batuan induk. Tmax adalah suhu saat puncak S2 tercapai dan dipakai sebagai indikator kematangan termal.

Apakah Rock-Eval harus disertai analisis TOC?

Ya, hampir selalu. Hydrogen Index dan Oxygen Index dihitung dengan membagi S2 dan S3 terhadap TOC. Selain itu, hasil Rock-Eval dari sampel dengan TOC sangat rendah kurang andal, sehingga sampel biasanya dipilih dari hasil screening TOC.

Berapa Tmax yang menandakan batuan sudah matang?

Secara umum, Tmax di bawah 435 °C menandakan batuan belum matang, 435–470 °C berada dalam jendela pembentukan minyak, dan di atas 470 °C sudah memasuki fase gas. Nilai ini sebaiknya dikonfirmasi dengan vitrinite reflectance.

Rujukan: Espitalié, J. dkk. (1977). Méthode rapide de caractérisation des roches mères. Revue de l’IFP 32. · Peters, K.E. & Cassa, M.R. (1994). Applied Source Rock Geochemistry. AAPG Memoir 60.

Jelajahi lebih banyak solusi.

Frequently Asked Questions (FAQ)

Berikut beberapa pertanyaan Umum yang biasa sering ditanyakan.

Kami menyediakan layanan analisis laboratorium Geosains meliputi Geochemistry, Biostratigraphy, Petrology, Core Analysis, dan Interwell Tracer.

Ya. Kami siap mendukung proyek internasional dengan standar laboratorium dan pelaporan yang diakui global.

Kami berfokus pada industri minyak dan gas bumi, serta proyek panas bumi (geothermal).

Durasi bergantung pada jenis layanan dan jumlah sampel, umumnya antara 1–4 minggu.

Ya. Kami menerapkan standar analisis dan prosedur mutu sesuai regulasi industri migas dan geosains.

Klien dapat mengirimkan sampel langsung ke laboratorium kami di Tangerang Selatan dengan panduan pengemasan standar.

Ya. Semua hasil disampaikan dalam format digital dan cetak dengan data lengkap serta interpretasi teknis.

Anda dapat menghubungi kami melalui email info.bsi.lab@bsilab.co.id atau telepon +62 21 2275 6662.