
SCAL (Special Core Analysis) adalah rangkaian uji laboratorium lanjutan pada sampel inti batuan (core) untuk mengukur bagaimana minyak, gas, dan air bergerak dan berinteraksi di dalam pori batuan reservoir. Hasilnya—tekanan kapiler, permeabilitas relatif, keterbasahan, dan sifat kelistrikan—menjadi masukan utama simulasi reservoir dan perhitungan cadangan. Artikel ini menjelaskan pengertian SCAL, bedanya dengan RCAL, jenis-jenis ujinya, dan kapan SCAL dibutuhkan.
SCAL adalah lanjutan dari RCAL
Analisis core biasanya dibagi dua tingkat:
| RCAL (Routine Core Analysis) | SCAL (Special Core Analysis) | |
|---|---|---|
| Yang diukur | Porositas, permeabilitas absolut, densitas butir, saturasi fluida | Interaksi batuan–fluida: tekanan kapiler, permeabilitas relatif, keterbasahan, sifat kelistrikan |
| Jumlah sampel | Banyak (sering puluhan hingga ratusan plug) | Sedikit, sampel terpilih yang mewakili tipe batuan |
| Lama pengujian | Relatif cepat | Jauh lebih lama karena melibatkan aliran fluida dan kesetimbangan |
| Fungsi | Karakterisasi dasar dan pemilihan sampel SCAL | Masukan model aliran, simulasi reservoir, dan rencana pengurasan |
Karena mahal dan lama, sampel SCAL dipilih dari hasil routine core analysis supaya mewakili setiap tipe batuan (rock type) di reservoir.
Jenis-jenis uji SCAL
1. Tekanan kapiler (capillary pressure)
Mengukur tekanan yang dibutuhkan satu fluida untuk mendesak fluida lain keluar dari pori. Kurvanya dipakai untuk memperkirakan distribusi saturasi air terhadap ketinggian di atas kontak minyak–air dan sebaran ukuran leher pori. Metode yang umum: porous plate, sentrifus, dan injeksi merkuri (MICP).
2. Permeabilitas relatif (relative permeability)
Menunjukkan seberapa mudah masing-masing fluida mengalir ketika dua fluida berada di pori bersamaan, misalnya minyak dan air saat injeksi air. Diukur dengan metode steady-state atau unsteady-state, dan menjadi masukan penting untuk memperkirakan perolehan minyak.
3. Keterbasahan (wettability)
Menentukan apakah permukaan butir batuan cenderung dibasahi air atau minyak. Keterbasahan sangat memengaruhi tekanan kapiler, permeabilitas relatif, dan efektivitas injeksi air. Metode yang umum: indeks Amott dan USBM.
4. Sifat kelistrikan (electrical properties)
Mengukur faktor formasi, eksponen sementasi m, dan eksponen saturasi n untuk persamaan Archie. Parameter ini dipakai ahli petrofisika untuk menghitung saturasi air dari log resistivitas sumur.
5. Kompresibilitas dan uji di bawah tekanan
Mengukur perubahan volume pori dan permeabilitas pada tekanan reservoir, sehingga data laboratorium lebih mendekati kondisi di bawah tanah.
Kapan SCAL dibutuhkan?
- Menyusun model simulasi reservoir untuk rencana pengembangan lapangan (POD).
- Merencanakan injeksi air atau metode peningkatan perolehan (EOR).
- Menghitung saturasi air dari log dengan parameter Archie yang terkalibrasi.
- Memperkirakan zona transisi dan ketinggian kolom hidrokarbon.
Butuh data core untuk studi reservoir?
Diskusikan kebutuhan routine core analysis dan special core analysis proyek Anda dengan tim BSILAB.
Pertanyaan yang sering diajukan
SCAL adalah singkatan dari apa?
SCAL adalah singkatan dari Special Core Analysis, yaitu rangkaian uji laboratorium lanjutan pada sampel core untuk mengukur interaksi batuan dan fluida, seperti tekanan kapiler, permeabilitas relatif, keterbasahan, dan sifat kelistrikan. Datanya dipakai untuk simulasi reservoir dan perhitungan cadangan migas.
Apa bedanya RCAL dan SCAL?
RCAL mengukur sifat dasar batuan seperti porositas dan permeabilitas absolut pada banyak sampel. SCAL mengukur perilaku aliran beberapa fluida di dalam batuan pada sampel terpilih. RCAL biasanya dikerjakan lebih dulu, lalu hasilnya dipakai untuk memilih sampel SCAL yang mewakili.
Mengapa uji SCAL membutuhkan waktu lama?
Banyak uji SCAL melibatkan aliran dua fluida dan menunggu kondisi kesetimbangan di dalam pori, misalnya pada pengukuran tekanan kapiler dengan porous plate atau permeabilitas relatif steady-state. Proses kesetimbangan ini bisa berlangsung lama, sehingga SCAL jauh lebih lama dibanding analisis rutin.
Untuk apa data permeabilitas relatif dipakai?
Data permeabilitas relatif dipakai dalam simulasi reservoir untuk memperkirakan bagaimana minyak, gas, dan air mengalir bersama, berapa minyak yang bisa diperoleh saat injeksi air, dan kapan air mulai ikut terproduksi. Data ini menjadi dasar keputusan rencana pengembangan lapangan.
Baca juga: Routine Core Analysis: Porositas, Permeabilitas & API RP 40 · Petrografi Adalah: Sayatan Tipis, XRD & SEM
Rujukan: McPhee, C., Reed, J. & Zubizarreta, I. (2015). Core Analysis: A Best Practice Guide. Elsevier. · Archie, G.E. (1942). The Electrical Resistivity Log as an Aid in Determining Some Reservoir Characteristics. Transactions of the AIME 146.





